Selamat datang di situs Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

  • Perbesar ukuran huruf
  • Ukuran huruf bawaan
  • Perkecil ukuran huruf
Berita Terkini

Apel Besar Sivitas Akademika STPN bersama Sekretaris Utama BPN RI

E-mail Print PDF
Penilaian User: / 15
MiskinTerbaik 
Apel Besar/Istimewa dilaksanakan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional dalam rangka menyambut kunjungan kerja Sekretaris Utama BPN RI (Drs.Suhaily Syam, S.H., M.M.) pada hari selasa 29 April 2014. Dalam amanatnya selaku pembina apel Sestama BPN RI, mengingatkan akan pentingnya lembaga pendidikan kedinasan STPN menghasilkan lulusan yang berkarakter selain cerdas intelektual. STPN yang memiliki konsep pendidikan berasrama (Boarding School), dapat menguatkan tiga ranah pendidikan yaitu ranah kecerdasan, ranah sikap kerja dan ranah kepribadian.
STPN berkomitmen memenuhi tuntutan BPN RI selaku instansi vertikal, untuk meningkatkan kualitas lulusan guna mendukung upaya percepatan reforma birokrasi di BPN RI. Kampus STPN dibangun bukan hanya untuk menghasilkan lulusan yang pintar, tetapi juga dibangun diatas cita-cita besar menghasilkan lulusan yang berkarakter.
Sestama juga mengingatkan diakhir amananya selaku pembina apel, pertama bagi STPN teruskan kegiatan pengembangan karakter melalui kegiatan pengasuhan. Kedua, bagi para pengasuh taruna bhumi harus tetap berkomitmen melaksanakan pengasuhan secara efektif. Ketiga, bagi taruna bhumi ikuti proses pembelajaran dan pengasuhan dengan suasana gembira dan senang hati serta kembangkan diri dan kretaifitas masing-masing. BPN RI tetap akan berkomitmen mendukung pengembangan STPN melalui pengadaan fasilitas dan infrastruktur.
Setelah kegiatan Apel Besar Sivitas Akademika STPN, Sestama menjadi pembicara tunggal dalam Kuliah Umum bagi mahasiswa Program Pendidikan Khusus PPAT STPN dan menyempatkan melakukan peninjauan beberapa fasilitas pendidikan di STPN
LAST_UPDATED2
 

Pengukuhan Lulusan Program Pendidikan Khusus PPAT STPN Angkatan I

E-mail Print PDF
Penilaian User: / 39
MiskinTerbaik 

PENGUKUHAN LULUSAN PROGRAM PENDIDIKAN KHUSUS PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL (PRODIKSUS PPAT-STPN)

ANGKATAN I TAHUN 2013

Pengukuhan Lulusan Prodiksus PPAT STPN Angkatan IUpacara Pengukuhan lulusan  Program Pendidikan Khusus Pejabat Pembuat Akta Tanah Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (Prodiksus PPAT-STPN) yang diselenggarakan hari ini, Senin 20 Januari 2014 ini merupakan sebuah momen yang membahagiakan karena menjadi pencapaian kegiatan pembelajaran yang berhasil mengantarkan para lulusannya menjadi PPAT sebagaimana yang diharapkan. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala BPN RI yang dalam hal ini diwakili oleh Deputi Bidang Hak Tanah, Pendaftaran Tanah, dan Pemberdayaan Masyarakat BPN RI H. Gede Ariyudha, S.H., Direktur Pendaftaran Hak Tanah dan Guna Ruang BPN RI, Bp. Anak Agung Raka Yadnya, S.H., Kasubdit Peralihan, Pembebanan Hak, dan PPAT BPN RI, Ibu Hj. Erna Sriyatmi, S.H., M.H, dan para tamu undangan yang berasal dari Jajaran Kanwil BPN RI Propinsi DIY, dosen STPN, Kepala Kantor Pertanahan BPN RI dari 22 kabupaten lokasi penempatan, serta undangan lain. Pada hari ini juga akan diserahkan Ijazah dan Surat Keputusan Pengangkatan dan Penunjukan Daerah Kerja sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah kepada para lulusan Prodiksus PPAT.

Program Pendidikan Khusus Pejabat Pembuat Akta Tanah di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional ini adalah pendidikan nonformal setelah sarjana, yang mendidik  para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PNS dalam Masa Persiapan Pensiun (MPP) baik di dalam maupun di luar lingkungan BPN RI untuk menghasilkan PPAT profesional yang handal. Sebagai perguruan tinggi di lingkungan BPN RI, STPN dipandang tepat dan memiliki kesiapan untuk menyelenggarakan Prodiksus PPAT yang memiliki keunikan dalam sifat kepamongprajaan yang tersirat pada Pasal 6 ayat (2) PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Penyelenggaraan pendidikan ini diinisiasi berdasarkan Peraturan Kepala BPN RI Nomor 8 Tahun 2013 tentang Lembaga Pendidikan Tinggi Penyelenggara Program Pendidikan Khusus Pejabat Pembuat Akta Tanah yang diperkuat dengan Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Nomor 416/KEP-800/VI/2013 tentang Penyelenggaraan Program Pendidikan Khusus Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Penyelenggaraan Prodiksus PPAT dilakukan guna meningkatkan kemampuan teoritis dan praktis peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan seputar pendaftaran tanah sehingga mencegah terjadinya sengketa, konflik, dan perkara pertanahan sehingga diharapkan akan menghasilkan PPAT “Profesional” yang menghayati jiwa UUPA, bertanggung jawab, dan berkompeten dalam pembuatan akta tanah. Yaitu PPAT yang mampu menjalankan peran ganda baik sebagai pembantu kepala kantor pertanahan dalam melaksanakan fungsi administrasi pertanahan serta menjadi pejabat publik yang mampu melayani kebutuhan masyarakat dalam menghasilkan akta yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Upacara pengukuhan ini merupakan puncak sekaligus penutup rangkaian pembelajaran yang diselenggarakan Prodiksus PPAT-STPN Angkatan I Tahun 2013. Kegiatan pembelajaran Prodiksus berlangsung selama 4 (empat) bulan dimulai pada tanggal 29 Agustus 2013 sampai dengan 11 Desember 2013 dengan diikuti oleh 26 (dua puluh enam) peserta yang berasal dari seluruh Indonesia. Berdasarkan Keputusan Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Nomor: 1552/KEP-800.34/XII/2013 Tentang Penetapan  Kelulusan Peserta Didik Program Pendidikan Khusus Pejabat Pembuat  Akta Tanah Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Angkatan I Tahun 2013 tanggal 12 Desember 2013,  proses pembelajaran berhasil dengan baik dengan tingkat kelulusan 100% (seratus persen). Hasil pembelajaran Prodiksus PPAT-STPN Angkatan I Tahun 2013 ini adalah sebagai berikut.

  1. Peserta yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan (SM), sebanyak 2 (dua) orang; dan
  2. Peserta yang dinyatakan lulus dengan predikat Memuaskan (M) sebanyak 24 (dua puluh empat) orang.

Adapun range nilai dari para peserta bervariasi sebagai berikut:

  1. Indeks Prestasi (IP) tertinggi yaitu 86,0 (delapan puluh enam koma nol) atas nama H. Mukhtar, S.H.; dan
  2. IP terendah yaitu 78,8 (tujuh delapan koma delapan).

Selain keberhasilan dalam pembelajaran tersebut, para peserta juga telah dinyatakan lulus Ujian PPAT sebagai prasyarat untuk dapat diangkat sebagai PPAT sesuai dengan formasi yang telah dipilih pada tanggal 14-15 Desember 2013 lalu. Hal ini dikukuhkan dengan Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Nomor: 1061/KEP-17.3/XII/2013 Tentang Pengangkatan dan Penunjukan Daerah Kerja Sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah. Adapun data lulusan berserta dengan lokasi daerah kerja PPAT-nya sebagaimana terlampir.

STPN saat ini juga telah mempersiapkan penyelenggaraan Prodiksus PPAT-STPN Angkatan II Tahun 2014. Seleksi Penerimaan Calon Peserta Didik Baru Prodiksus PPAT STPN Angkatan II Tahun 2014 direncanakan pada tanggal 3 Februari 2014 yang akan diumumkan melalui website www.stpn.ac.id dan www.bpn.go.id. Periode tersebut rencananya menjaring peserta didik baru sebanyak 40 orang yang siap di didik menjadi calon PPAT yang profesional.



LAST_UPDATED2
 

Sarasehan Pertanahan "Penguatan Kelembagaan Pertanahan"

E-mail Print PDF
Penilaian User: / 52
MiskinTerbaik 
Dalam rangka memperingat Tahun Emas Pendidikan Tinggi Agraria, STPN menyelenggarakan Sarasehan Pertanahan dengan tema "Penguatan kelembagaan Pertanahan : Kontribusi STPN dan KAPTI Agraria terhadap RUU Pertanahan. pada hari Jum'at 20 September 2013 di Pendopo "Sasana Wiya Bhumi" STPN. Kepala BPN RI, Hendarman Supandji berkenan menjadi Keynotes Speaker pada acara sarasehan ini. Narasumber lain yang hadir dan memberikan sumbang pikir dalam acara ini adalah Professor Dr. Maria S.W. Soemardjono, S.H., MPA, MCL, Professor Dr. Nurhasan Ismail, S.H., M.Hum,  Professor Dr. Ahmad Sodiki, serta Anak Agung Raka Yadnya, SH, Direktur Pengaturan dan Penetapan Hak Atas Tanah BPN RI.
Kepala BPN RI  menyampaikan penguatan kelembagaan merupakan  salah satu critical point yang harus diakomodir dalam Rancangan Undang-Undang Pertanahan karena akan membawa pengaruh pada kewenangan dan pelaksanaan kebijakan pertanahan. Dalam acara yang dihadiri oleh para Alumni STPN dan Pengurus Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Agraria (KAPTI AGRARIA) tersebut Hendarman mengajak kepada seluruh jajaran BPN RI untuk memikirkan kembali eksistensi BPN yang diberi tanggung jawab dibidang pertanahan. “Dalam konteks ini, sekaligus sebagai momentum memperingati Hari Agraria Ke-53, tepat kiranya kita merefleksikan kembali perjalanan kelembagaan pertanahan di negeri kita ini,” ujarnya. 
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2006 juncto Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2012 serta sesuai dengan amanat UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3, BPN RI diberi amanah untuk mewujudkan tanah menjadi sumber kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. “Berdasarkan amanat konstitusi tersebut, BPN RI memiliki tugas dan kewenangan merumuskan kebijakan (beleid), melakukan pengaturan (regelandaad), melakukan pengurusan (bestuurdaad), melakukan pengelolaan (beheerdaad), dan melakukan pengawasan untuk tujuan sebesar-besar kemakmuran rakyat," lanjutnya. Dalam kesempatan tersebut Kepala BPN RI juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Undang-undang ini diharapkan akan menjamin tersedianya tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum tetapi tetap menjamin  pihak yang berhak atas tanah untuk mendapatkan keadilan, tegasnya.  Menutup sambutannya, Kepala BPN RI meminta sumbangan saran dan masukan bagi pengkayaan dan penyempurnaan RUU Pertanahan. Prof. Nurhasan Ismail mengemukakan kembali pentingnya  "land reform" sebagai titik tolak pembaruan pengaturan pertanahan. Persoalan mendasar yang merupakan akar masalah sengketa pertanahan adalah adanya ketimpangan pemilikan, penguasaan, dan pemanfaatan tanah. Masalah ini tidak akan bisa diselesaikan jika BPN yang diberikan amanah mengatur pertanahan masih berstatus Badan atau Lembaga yang jelas-jelas tidak mempunyai daya tawar terhadap Kementrian.
Prof Ahmad Sodiki mengungkapkan bahwa sengketa dan perkara pertanahan merupakan kasus yang mendominasi di Mahkamah Agung. Jika sekarang yang tengah mengemuka adalah kasus-kasus korupsi, sesungguhnya secara kuantitas kasus korupsi berada di bawah kasus-kasus pertanahan. Sehingga sesungguhnya amatlah penting memikirkan bagaimana lembaga BPN ini bisa menempati peran dan posisi strategis yang mutlak memerlukan dukungan politis.
Sementara ini Prof Maria Soemardjono memberikan trik dan strategi yang harus ditempuh jika BPN menginginkan penguatan kelembagaan. 
Di akhir Sarasehan ini disampaikan Sembilan Rekomendasi yang diharapkan menjadi pertimbangan DPR RI dalam membahas Rancangan Undang-undang Pertanahan. Nawa Rekomendasi ini selanjutnya akan dikirimkan kepada DPR RI, sebagai sumbang pikir Alumni Pendidikan Tinggi Agraria, Jajaran BPN Ri, maupun para tokoh akademis di bidang pertanahan dalam penyusunan dan pembahasan RUUP.
 
 

Wisuda Program Diploma IV Pertanahan serta Diploma I Pengukuran & Pemetaan Kadastral STPN Takun Akademik 2012-2013

E-mail Print PDF
Penilaian User: / 43
MiskinTerbaik 
Dibuka dengan paduan suara STPN Choirs yang melantunkan Mars BPN dan Mars STPN, Hymne BPN dan Hymne STPN serta Gaudeamus Igitur (Vivat acadenia), pada hari Kamis, tanggal 19 September 2013 dilangsungkan acara Wisuda ke-23 Program Diploma IV Pertanahan serta wisuda ke -19 untuk Program Diploma I PPK STPN. Wisudawan dari Jurusan Manajemen Pertanahan Program DIV Pertanahan berjumlah 24 orang sedang Jurusan Perpetaan untuk Program yang sama berjumlah 27 orang. Sementara itu wisudawan dari Program DI PPK sebanyak 344 orang yang terdiri dari 265 orang peserta didik reguler, dan 79 orang dari jalur kerjasama. Dilihat dari prestasi akademik sebanyak 11 orang wisudawan Diploma IV Pertanahan dinyatakan memperoleh predikat Cum-Laude (Dengan Pujian) IPK tertinggi dengan nilai 3,67 diraih oleh Sdr. Uswatun Khasanah utusan dari Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah. Prestasi akademik Program DI PPK meluluskan 30 wisudawan dengan predikat Cum-Laude (Dengan Pujian), dan nilai IPK tertinggi diraih oleh Sdri. Rochmah Hardiyanti asal Provinsi Jawa Tengah dengan nilai 3,90. 
Pada kesempatan ini Ketua STPN dalam sambutannya menyampaikan  progress report yang dicapai STPN dengan Program Sapta Program Kerja Jangka Menengah 2013-2017 yaitu (1) revitalisasi Jurusan sebagai penyelenggara pendidikan; (2) peningkatan mutu proses penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat; (3) peningkatan mutu pembinaan dan pengasuhan mahasiswa; (4) peningkatan mutu dosen dan penunjang akademik; (5) perbaikan rekrutmen dan pemantauan perkembangan akademik; (6) peningkatan mutu hasil penelitian STPN; dan (7)pengembangan program studi dan pendidikan.

Prioritas Sapta Kerja Jangka Menengah yang dijalankan di STPN tahun ini adalah : pertama, revisi kurikulum baik Program DI PPK maupun DIV Pertanahn secara substansi maupun struktur agar menghasilkan kompetensi inti yang mencirikan keunggulan di bidang pertanahan untuk lulusan STPN, Rekrutmen calon mahasiswa/peserta didik secara akademis maupun fisik; kedua, mendorong peningkatan profesionalisme dosen dengan studi lanjutmaupun sertifikasi. Pada saat ini 32 orang dosen sudah tersertifikasi. Selanjutnya dosen didorong untuk melanjutkan studinya sampai jenjang strata tertinggi yaitu S3. Saat ini STPN memiliki  6 orang Doktor (S3), dan 5 orang kandidat Doktor; ketiga, akreditasi terhadap semua pranata pelaksana akademik. Saat ini baik Program Diploma I PPk maupun Diploma IV sudah terakreditasi oleh BAN-PT. Pada tahun 2012 lalu PPPM sebagai pranata pelakana penelitian juga memperoleh akreditasi dari Komisi Nasional Akreditasi  Pranata Penelitian untuk bidang Land and Agrarian Studies; keempat, geliat akademik dsemakin terasa dengan penerbitan buku melalui STPN Press. Sampai saat ini sudah diterbitkan 37 judul buku dan 2 diantaranya sedang dalam proses pengajuan Hak Cipta. Jurnal Bhumi STPN dipersiapkan dalam jangka 3 tahun ke depan untuk siap diajukan penilaian akreditasinya; kelima, pengembangan boarding school dengan harapan Asrama bukan hanya menjadi tempat tinggal belaka, tetapi lebih menjadi tempat belajar; keenam, lahirnya Program Pendidikan Khusus PPAT yang didukung dengan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Tahun 2013, dimana STPN menjadi satu-satunya lembaga yang berhak menyelenggarakan program pendidikan tersebut. Prodiksus PPAT STPN ini merupakan sarana bagi para pensiunan yang masih ingin mengabdikan diri di bidang pertanahan melalui jalur profesi PPAT.
Kepala Badan Pertanahan Nasional yang diwakili oleg Skretaris Utama BPN Ri, Managam Manurung, S.H., M.M. memberikan apresiasi terhadap upaya penataan internal STPN yang hasil akhirnya juga akan mewarnai kiprah BPN RI dalam mengemban pelayanan pertanahan di masa sekarang dan yang akan datang. Kepada para wisudawan Kepala BPN RI menyampaikan selamat bergabung dalam garda perjuangan BPN RI.
Sementara itu dalam sambutannya Gubernur Kepala Daerah istimewa Yogyakarta, yang diwakili oleh Kepala Biro Pemerintahan Pemprov DI Yogyakarta, menyampaikan pada para wisudawan agar menyiapkan diri untuk menjadi garda terdepan bagi BPN RI yang harus menerbitkan kurang-lebih 2 juta sertipkat Hak Atas Tanah setiap tahun. Hal tersebut bukan pekerjaan yang ringan sehingga para wisudawan harus mengerahkan segenap energinya untuk dapat mengemban amanah tersebut dengan baik.

 
 

Pembukaan dan Kuliah Perdana Program Pendidikan Khusus PPAT STPN Angkatan I Tahun 2013

E-mail Print PDF
Penilaian User: / 25
MiskinTerbaik 




Program Pendidikan Khusus Pejabat Pembuat Akta Tanah Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (Prodiksus PPAT-STPN) Angkatan I Tahun 2013 secara resmi dibuka dan diresmikan oleh Deputi Bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Gede Ariyuda, S.H. pada hari Kamis, 29 Agustus 2013 bertempat di Aula STPN. Peresmian yang sekaligus dirangkai dengan pemberian kuliah perdana dengan tema “Pejabat Pembuat Akta Tanah Sebagai Pembantu Kepala Kantor Pertanahan: Arah dan Tujuan Prodiksus PPAT” diikuti oleh seluruh peserta didik Prodiksus PPAT Angkatan I Tahun 2013, dosen, serta pejabat struktural di lingkungan STPN. Prodiksus PPAT baru pertama kali diadakan di Indonesia. Dengan adanya program ini diharapkan lulusannya akan dapat bekerja secara profesional dan berkualitas, mampu melayani masyarakat dengan baik serta dapat bekerja sama dengan BPN.

Tugas ke-PPAT-an, bukan sekedar mencatatkan keinginan para pihak dalam melakukan perbuatan hukum peralihan hak atas tanah berdasarkan kaedah hukum Perdata. Namun yang lebih penting adalah wajib berpedoman pada peraturan perundangan pertanahan terkait dengan subyek dan obyek peralihan hak misalnya ketentuan-ketentuan Landreform maupun Tata Ruang yang ada.

Program ini merupakan program pendidikan tinggi di jalur nonformal yang mendidik peserta dengan pengetahuan akademis terapan dalam pembuatan akta tanah sehingga kepastian hukum dalam peralihan hak dan pembebanan hak atas tanah yang diinginkan semakin terjamin. Dengan jangka waktu program selama  4 bulan dan beban pelajaran 36 Satuan Kredit Kuartal, lulusan program ini setara jenjang level 7 (Pasal 2 Perpres RI No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), dengan keahlian/kemampuan merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi akta tanah secara komprehensif.

Peserta didik Prodiksus PPAT adalah Pensiun/MPP PNS yang memenuhi ketentuan formasi PPAT dan lulus seleksi administrasi. Peserta didik Angkatan I Tahun 2013 ini sebanyak 27 orang dan merupakan hasil seleksi ketat dari peserta yang mendaftar.

Didukung oleh tenaga pengajar yang memiliki kompetensi baik dari Dosen Tetap STPN dan Dosen Tidak Tetap dari UGM, praktisi organisasi profesi PPAT dan Kantor Pertanahan serta Kanwil BPN Provinsi DIY diharapkan akan mampu memberikan pemahaman teori dan praktik yang komprehensif sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tinggi yang mendukung pemenuhan kebutuhan PPAT profesional.

 


 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Berita Terkini

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Peserta Didik Program Prodiksus PPAT STPN Angkatan III Tahun 2014

Sabtu, 05 Juli 2014 | Administrator

Sesuai dengan Keputusan Ketua STPN Nomor : 533/KEP.800.44/VII/2014 Tanggal 03 Juli 2014 Tentang Penetapan Peserta yang Lulus Seleksi Administrasi Penerimaan Calon Peserta Didik Program Pendidikan...
Baca

Pengumuman Penerimaan Calon Taruna Baru Program DI-PPK STPN 2014/2015

Selasa, 03 Juni 2014 | Administrator

Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional pada Tahun Akademik 2014/2015 membuka pendaftaran Penerimaan Calon Taruna Program Studi Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral dengan ketentuan sebagai...
Baca


Opini Anda

Informasi Apa yang ingin anda peroleh dari situs ini?
 

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini590
mod_vvisit_counterKemarin796
mod_vvisit_counterMinggu ini5402
mod_vvisit_counterMinggu kemarin5451
mod_vvisit_counterBulan ini17921
mod_vvisit_counterBulan kemarin54038
mod_vvisit_counterSeluruhnya1369573
site statistics